IKLAN KIERAHA NEWS

IKLAN KIERAHA NEWS

PNJ Perkuat Kapasitas Digital Yayasan Sanur Akademi Inspirasi melalui Pelatihan Media Sosial

Depok – Program Studi D3 Manajemen Pemasaran untuk Warga Negara Berkebutuhan Khusus (WNBK) Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Pelatihan Digital Marketing Berbasis Media Sosial untuk Memperluas Jangkauan Promosi Yayasan Sanur Akademi Inspirasi" pada 11–12 Juli 2026 di Aula Yayasan Sanur Akademi Inspirasi, Depok. Kegiatan ini menjadi upaya PNJ dalam memperkuat kapasitas digital organisasi sosial agar mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi, promosi, dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

Kegiatan PkM ini dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi D3 Manajemen Pemasaran untuk WNBK PNJ yang terdiri atas Anita Rahmawati, S.Kom., M.M.; Sri Isti Untari, S.E., M.Si.; Kristin Lukitaningrum, S.Pd., M.M.; Innas Rovino Katuruni, S.Hut., M.M.; Rahma Nur Praptiwi, S.Si., M.M.; Tika Dwi Ariyanti, M.Psi., Psikolog.; dan Genesa Vernada, S.Pd., M.Pd.

Transformasi digital telah mengubah cara berbagai organisasi membangun komunikasi dengan publik. Tidak hanya sektor bisnis, organisasi nirlaba juga dituntut mampu memanfaatkan media sosial untuk membangun kepercayaan masyarakat, meningkatkan transparansi program, serta memperluas jangkauan layanan.

Peluang tersebut semakin besar seiring tingginya penggunaan media sosial di Indonesia. Berdasarkan Laporan Digital 2026 Indonesia yang dirilis We Are Social dan DataReportal, Indonesia memiliki sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial, atau setara dengan 62,9 persen dari total populasi. Masyarakat Indonesia juga menghabiskan rata-rata lebih dari 21 jam setiap minggu untuk mengakses media sosial, menjadikannya salah satu kanal komunikasi paling efektif untuk menjangkau masyarakat.

Namun, hingga saat ini Yayasan Sanur Akademi Inspirasi belum memiliki akun media sosial resmi. Informasi mengenai berbagai program yayasan masih disampaikan secara konvensional sehingga jangkauan promosi belum optimal.

Salah seorang pengurus yayasan, Untari, mengatakan bahwa pihaknya masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola media sosial sebagai sarana promosi dan komunikasi dengan masyarakat.

"Kami masih mengalami kesulitan dalam mengelola platform media sosial karena keterbatasan pengetahuan dan skill terkait promosi melalui media sosial," ujarnya.

Pelatihan yang diikuti oleh 10 pengurus Yayasan Sanur Akademi Inspirasi tersebut berlangsung selama dua hari dengan pendekatan teori dan praktik.

Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai dasar-dasar digital marketing yang disampaikan oleh Yunita, S.E., M.Pd., Direktur PT Digitalindo Solusi Indonesia. Materi mencakup pengenalan konsep pemasaran digital, pentingnya membangun identitas organisasi di ruang digital, pemanfaatan aplikasi Canva untuk membuat materi promosi yang menarik, serta penggunaan Trello sebagai media penyusunan dan pengelolaan perencanaan konten secara kolaboratif.

Sementara itu, pada hari kedua, peserta mendapatkan pelatihan pembuatan konten video menggunakan aplikasi CapCut yang dipandu oleh Dewi Rismawati, S.Kom., seorang Content Creator Specialist. Dalam sesi praktik, peserta mempelajari teknik dasar penyuntingan video, penambahan teks, transisi, audio, hingga penyusunan konten yang sesuai dengan karakteristik berbagai platform media sosial.

Selama pelatihan berlangsung, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga langsung mempraktikkan penyusunan desain promosi serta pembuatan konten digital yang dapat digunakan sebagai media publikasi yayasan. Pendekatan berbasis praktik tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam mengelola media sosial secara mandiri setelah pelatihan selesai.

Bagi organisasi nirlaba, pemanfaatan media sosial tidak hanya bertujuan meningkatkan eksposur lembaga. Kehadiran media sosial juga berperan dalam meningkatkan transparansi program, memperkuat hubungan dengan masyarakat, memperluas jejaring kemitraan, serta memudahkan calon penerima manfaat memperoleh informasi mengenai layanan yang tersedia. Karena itu, penguasaan digital marketing menjadi kompetensi yang semakin penting bagi pengelola organisasi sosial.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Program Studi D3 Manajemen Pemasaran untuk WNBK PNJ berharap Yayasan Sanur Akademi Inspirasi mampu membangun dan mengelola media sosial secara berkelanjutan sebagai sarana komunikasi dan promosi lembaga. Kehadiran kanal digital yang aktif dan informatif diharapkan dapat memperluas jangkauan berbagai program yayasan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Politeknik Negeri Jakarta dalam mendukung transformasi digital masyarakat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, praktisi industri, dan organisasi sosial diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital secara produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Post a Comment

0 Comments