IKLAN KIERAHA NEWS

IKLAN KIERAHA NEWS

RECOVERY HMI: MEMULIHKAN KEMBALI KEKUATAN INTERNAL

Kierahanews - "Kembali ke Akar, Menjawab Panggilan Zaman" Gagasan mengenai Recovery HMI bukanlah sekadar jargon organisasi yang usang, melainkan sebuah panggilan darurat untuk kembali ke khittah atau akar perjuangan. Saat ini, HMI sedang mengalami "kelelahan struktural" sebuah kondisi di mana rutinitas formalitas organisasi seringkali mengubur substansi intelektualitas dan spiritualitas yang menjadi jati diri hijau-hitam.

Pemulihan ini menuntut keberanian untuk melakukan otokritik. HMI tidak boleh terjebak dalam romantisme masa lalu atau sekadar menjadi mesin politik praktis yang kehilangan arah. Recovery berarti menghidupkan kembali Independensi Etis dan Organisatoris sebagai kompas moral dalam menjawab problematika umat dan bangsa.

"Menghidupkan Kembali Tradisi Intelektual "

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) lahir dari rahim intelektualitas dan komitmen kebangsaan. Namun, harus diakui bahwa belakangan ini energi organisasi sering kali habis terkuras untuk urusan protokoler, perebutan kursi struktur, dan seremoni yang miskin substansi. Jika kondisi ini dibiarkan, HMI hanya akan menjadi fosil sejarah yang besar secara kuantitas, namun kerdil secara gagasan.

Menghidupkan kembali tradisi intelektual berarti mengembalikan marwah perkaderan ke jalur dialektika. Kita harus berani menggeser fokus dari sekadar "siapa ketuanya" menjadi "apa gagasannya". Tradisi membaca, menulis, dan berdiskusi kritis bukan lagi sekadar syarat lulus LK (Latihan Kader), melainkan kebutuhan harian. HMI harus kembali menjadi laboratorium pemikiran, tempat di mana isu-isu kerakyatan dibedah dengan pisau analisis yang tajam, bukan sekadar tempat berkumpul tanpa isi.

"Solidaritas dan Kepekaan Sosial: Membumikan Perjuangan HMI"

Kekuatan internal organisasi hanya akan pulih sepenuhnya jika setiap kader kembali menghidupkan rasa senasib sepenanggungan. Solidaritas bukan sekadar jargon dalam seremonial, melainkan pengikat batin yang menyatukan visi saat menghadapi badai tantangan. Tanpa empati yang kuat, organisasi hanya akan menjadi sekumpulan individu yang berjalan tanpa arah.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memiliki tanggung jawab moral untuk tidak menjadi menara gading. Terlalu sering kita terjebak dalam labirin perdebatan teori yang filosofis dan diskursus intelektual yang melangit, namun justru abai terhadap jeritan realitas di depan mata. Intelektualitas tanpa kepekaan sosial hanyalah kesia-siaan yang elitis.


Redaksi : Oies

Penulis : Ripal Pattimahu

Post a Comment

0 Comments