Kierahanews - 23/02/2026 - Jakarta — Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) melaksanakan audiensi dengan Kementerian Koperasi Republik Indonesia pada Senin, 23 Februari 2026, bertempat di Ruang Rapat Wakil Menteri Koperasi RI. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Pengurus Pusat ISMEI, Wakil Menteri Koperasi RI Ibu Farida Farichah, M.Si, serta Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi.
Audiensi ini membahas implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Koperasi sebagai fondasi utama perekonomian nasional dinilai memiliki peran strategis dalam membangun sistem ekonomi kerakyatan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Adji Permana selaku Badan Pimpinan ISMEI menegaskan bahwa gagasan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan simbol penguatan identitas nasional dalam praktik ekonomi yang berlandaskan gotong royong, kemandirian, dan kedaulatan ekonomi.
“Pengembangan koperasi tidak semata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan partisipasi aktif generasi muda, khususnya mahasiswa sebagai agen perubahan dan kekuatan intelektual bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi RI, Ibu Farida Farichah, M.Si, menyampaikan bahwa mahasiswa ekonomi memiliki peran sentral dalam penguatan dan pembangunan ekonomi berbasis desa.
“Peran mahasiswa ekonomi sangat strategis dalam penguatan ekonomi desa. Agar Tercapainya tujuan tersebut, diperlukan kolaborasi yang sinergis antara pemerintah, mahasiswa, dan desa,” tuturnya.
Kolaborasi ini dirancang tidak hanya sebagai ruang diskusi, tetapi sebagai titik awal lahirnya Gerakan Nasional Mahasiswa untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam rangka memperkuat ekonomi nasional berbasis desa. ISMEI memandang koperasi desa/kelurahan sebagai instrumen krusial dalam memperkokoh struktur ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui tema “Koperasi Desa Merah Putih sebagai Pilar Penguatan Ekonomi Nasional”, ISMEI menginisiasi kolaborasi strategis yang tidak berhenti pada forum seminar, melainkan dilanjutkan dengan langkah implementatif yang terukur dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut konkret, Adji Permana menyampaikan bahwa ISMEI akan mengintegrasikan program Soemitro Fest dengan seluruh BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang tergabung dalam keanggotaan ISMEI. Selain itu, ISMEI juga akan menginstruksikan seluruh anggotanya untuk menjadikan program pemberdayaan berbasis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai program wajib yang dilaksanakan minimal satu kali dalam setiap periode kepengurusan.
Audiensi ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara mahasiswa ekonomi dan pemerintah dalam mendukung percepatan pembentukan koperasi desa/kelurahan sebagai pilar ekonomi nasional.
Redaksi : Oies

0 Comments