IKLAN KIERAHA NEWS

IKLAN KIERAHA NEWS

Kombes Pol Budi Hermanto di Mata Masyarakat: Ketegasan, Humanisme, dan Jejak Pengabdian

MALANG — Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., atau yang akrab disapa Buher, merupakan salah satu sosok perwira Polri yang memiliki perjalanan karier cukup menarik. Dari dunia reserse dan penegakan hukum, memimpin Polresta Malang Kota, hingga kini dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya.

Budi Hermanto resmi menjabat Kabid Humas Polda Metro Jaya pada Oktober 2025 setelah sebelumnya bertugas sebagai Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Posisi tersebut bukan sekadar jabatan struktural. Kabid Humas Polda Metro Jaya berada di garis depan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat, terutama dalam menyampaikan informasi mengenai keamanan, penegakan hukum, kebijakan kepolisian, hingga berbagai isu yang menjadi perhatian publik.

Dengan kata lain, Budi Hermanto kini berada di salah satu titik penting dalam membangun wajah komunikasi Polri di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Dari Malang hingga Jakarta

Nama Budi Hermanto semakin dikenal masyarakat ketika dipercaya memimpin Polresta Malang Kota.

Selama masa kepemimpinannya, ia tidak hanya dikenal melalui pengungkapan kasus-kasus besar, tetapi juga melalui sejumlah inovasi pelayanan publik dan perhatian terhadap kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas. Pendekatan tersebut membuat sosok Buher memiliki citra tersendiri di sebagian masyarakat Malang.

Ia dikenal sebagai perwira yang berusaha menggabungkan ketegasan dalam penegakan hukum dengan pendekatan humanis dalam pelayanan masyarakat.

Salah satu kasus yang turut memperkuat popularitasnya adalah pengungkapan perkara robot trading ATG yang melibatkan Wahyu Kenzo. Kasus tersebut menjadi perhatian nasional dan menunjukkan kapasitas jajaran kepolisian dalam menangani perkara dengan kompleksitas tinggi.

Namun, bagi masyarakat, keberhasilan seorang pemimpin kepolisian tentu tidak semata-mata diukur dari jumlah perkara yang berhasil diungkap. Ada ukuran yang jauh lebih penting yaitu kepercayaan publik.

Perhatian terhadap Kelompok Rentan

Salah satu jejak yang cukup kuat dari masa kepemimpinan Budi Hermanto di Malang adalah perhatian terhadap penyandang disabilitas.

Polresta Malang Kota pada masa kepemimpinannya memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk bekerja di lingkungan kepolisian.

Pendekatan ini memberikan pesan bahwa institusi kepolisian tidak hanya berfungsi sebagai penegak hukum, tetapi juga dapat menjadi ruang pemberdayaan masyarakat.

Tidak mengherankan apabila perhatian terhadap kelompok disabilitas kemudian menjadi salah satu identitas yang melekat pada sosok Budi Hermanto di mata sebagian masyarakat Malang.

Memasuki Dunia Komunikasi Publik

Kini tantangannya berbeda. Sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto tidak lagi hanya berhadapan dengan persoalan penegakan hukum, tetapi juga dengan derasnya arus informasi dan opini publik.

Jakarta memiliki dinamika sosial yang sangat kompleks. Setiap peristiwa kepolisian dapat dengan cepat menjadi konsumsi publik melalui media massa maupun media sosial.

Karena itu, kemampuan menyampaikan informasi secara cepat, akurat, transparan, dan mudah dipahami menjadi sangat penting.

Dalam berbagai keterangannya pada 2026, Budi Hermanto menekankan pentingnya komunikasi publik yang akurat, berimbang, dan berbasis fakta.

Hal tersebut menunjukkan bahwa tantangan komunikasi kepolisian hari ini bukan hanya soal apa yang disampaikan, tetapi juga bagaimana informasi tersebut disampaikan kepada masyarakat.

Wajah Humanis di Tengah Dinamika Jakarta

Pendekatan humanis juga masih terlihat dalam komunikasi Budi Hermanto sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Dalam pengamanan aksi penyampaian pendapat, misalnya, ia menyampaikan pentingnya pendekatan humanis, persuasif, menghormati hak masyarakat menyampaikan aspirasi, serta bertindak sesuai prosedur.

Bagi masyarakat, pesan semacam ini menjadi penting. Sebab demokrasi membutuhkan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan aspirasi. Di sisi lain, aparat kepolisian memiliki kewajiban menjaga keamanan dan ketertiban.

Di titik inilah kepemimpinan komunikasi publik diuji. Polisi harus tegas menjaga ketertiban, tetapi tetap menghormati hak masyarakat.

Prestasi Bukan Sekadar Penghargaan

Jejak Budi Hermanto selama bertugas juga dihiasi berbagai penghargaan dan capaian institusi. Namun, penghargaan seharusnya tidak berhenti sebagai simbol keberhasilan. Penghargaan justru harus menjadi beban moral untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kini, ketika Budi Hermanto berada di Polda Metro Jaya, ekspektasi publik tentu semakin besar. Masyarakat Jakarta membutuhkan komunikasi kepolisian yang mampu memberikan kepastian informasi, bukan menimbulkan kebingungan. Masyarakat juga membutuhkan keterbukaan ketika menghadapi kasus-kasus yang menjadi perhatian publik.

Di Mata Masyarakat

Melihat perjalanan Budi Hermanto, ada satu benang merah yang menarik: ketegasan dan humanisme.

Di satu sisi, ia memiliki latar belakang penegakan hukum dan reserse. Di sisi lain, ia memiliki pengalaman membangun pelayanan publik dan perhatian terhadap kelompok masyarakat rentan. Kini pengalaman tersebut dibawa ke ruang yang berbeda: komunikasi publik Polda Metro Jaya.

Tentu masyarakat memiliki hak untuk terus mengawasi dan memberikan kritik terhadap setiap kebijakan kepolisian. Sebab semakin tinggi jabatan seorang perwira, semakin besar pula tanggung jawab yang melekat kepadanya.

Dan sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto memiliki posisi strategis untuk membangun jembatan komunikasi antara institusi Polri dan masyarakat.

Harapan Publik terhadap Buher

Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan polisi yang mampu mengungkap kejahatan. Masyarakat membutuhkan polisi yang jujur, profesional, transparan, humanis, dan mampu memberikan rasa keadilan. Budi Hermanto kini memiliki panggung yang lebih besar.

Jika pengalaman penegakan hukum, kepemimpinan di Malang, perhatian terhadap kelompok rentan, serta kemampuan komunikasi publik dapat terus dipadukan, maka jabatan Kabid Humas Polda Metro Jaya dapat menjadi ruang penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Karena pada akhirnya, sehebat apa pun prestasi seorang aparat, ukuran keberhasilan yang paling penting tetaplah kepercayaan masyarakat.

Dan kepercayaan itu tidak diberikan karena pangkat. Kepercayaan dibangun melalui kerja, integritas, keterbukaan, keteladanan, dan keberanian untuk terus mendengar suara masyarakat.

"Tidaklah perlu menjadi hebat, cukuplah bermanfaat" Budi Hermanto

oleh:

Kadrian Hi Muhlis, S.AP

Direktur Semeru Institute

Post a Comment

0 Comments