Kierahanews - Halmahera Timur — Masyarakat di kawasan industri baterai PT. Feni Haltim (PT. FHT) menegaskan akan segera melakukan konsolidasi besar-besaran sebagai bentuk perlawanan terhadap buruknya pengelolaan Program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Rencana Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RPPM) oleh pihak perusahaan.
Dalam pernyataan sikap yang disampaikan oleh perwakilan masyarakat terdampak di kawasan industri, Saudara Risman Ciliu konsolidasi ini diarahkan untuk mendesak manajemen PT. Feni Haltim agar segera mencopot dan memecat Manager CSR, Subarwan Sakoy, yang dinilai tidak profesional dan gagal menjalankan kewajibannya kepada masyarakat lingkar industri.
Risman menilai bahwa pelaksanaan program CSR dan RPPM selama ini tidak menyentuh kebutuhan riil masyarakat terdampak, tidak transparan, serta minim pelibatan masyarakat lokal dalam perencanaan dan realisasi program.
“CSR dan RPPM adalah kewajiban perusahaan kepada masyarakat terdampak industri, bukan sekadar pelengkap administrasi. Namun yang kami rasakan di lapangan justru pengabaian dan ketidakadilan,” tegas Risman, yang juga selaku Pengurus Karangtaruna/Pemuda yang desanya masuk dalam kawasan Proyek Strategis Nasional (Industri Baterai).
Kegagalan tersebut berdampak langsung pada terhambatnya peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi lokal, serta penguatan kapasitas pemuda dan masyarakat adat di sekitar kawasan industri baterai.
Risman juga menegaskan bahwa konsolidasi ini bukan bertujuan menciptakan konflik, melainkan mendorong perbaikan tata kelola CSR dan RPPM agar dijalankan secara adil, transparan, dan bertanggung jawab, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Jika tuntutan ini tidak direspons secara serius oleh manajemen PT. Feni Haltim, maka kami masyarakat siap meningkatkan eskalasi aksi dalam bentuk gerakan yang lebih luas dan terorganisir,” lanjut pernyataan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT. Feni Haltim belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan pemecatan Manager CSR dan rencana konsolidasi masyarakat di kawasan industri baterai.
Redaksi : Oies

0 Comments