Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam gerakan aksi menuntut transparansi dan akuntabilitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar Aksi Jilid II di depan Kantor Pusat Badan Gizi Nasional (BGN) pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 13.00 WIB.
Aksi ini merupakan lanjutan dari rangkaian protes publik terhadap dugaan praktik “ternak yayasan” dalam pengelolaan dapur program MBG di wilayah Jawa Timur yang diduga melibatkan seorang pengusaha asal Malang berinisial MS. Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, oknum tersebut diduga menguasai pengelolaan sekitar 100 dapur MBG melalui sejumlah yayasan yang terafiliasi.
Para peserta aksi menilai bahwa apabila dugaan tersebut benar, maka praktik tersebut berpotensi mencederai semangat program MBG yang sejatinya diperuntukkan bagi pemenuhan gizi masyarakat serta pemberdayaan ekonomi lokal secara adil dan transparan.
Program MBG merupakan salah satu program strategis nasional yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Oleh karena itu, setiap bentuk penyalahgunaan program demi kepentingan pribadi atau kelompok dinilai sebagai tindakan yang merugikan kepentingan publik.
Melalui Aksi Jilid II ini, massa aksi menyampaikan beberapa tuntutan sebagai berikut:
TUNTUTAN AKSI
- Mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengusut secara serius dugaan praktik “ternak yayasan” dalam pengelolaan dapur program MBG yang diduga dilakukan oleh oknum pengusaha asal Malang berinisial MS.
- Meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan sekitar 100 dapur MBG yang diduga terafiliasi dengan pihak tersebut serta menghentikan operasional dapur yang terbukti bermasalah.
- Menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam proses penunjukan serta pengelolaan dapur program MBG di seluruh wilayah Indonesia.
- Mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas pihak-pihak yang terbukti menyalahgunakan program MBG demi kepentingan pribadi maupun kelompok.
Koordinator Lapangan aksi, M. Azka, menegaskan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk kontrol publik terhadap pelaksanaan program pemerintah agar tetap berjalan sesuai prinsip keadilan, transparansi, dan kepentingan rakyat.
“Kami mendukung penuh program pemenuhan gizi masyarakat melalui MBG. Namun jika ada pihak yang memanfaatkan program ini untuk kepentingan pribadi melalui praktik ‘ternak yayasan’, maka hal tersebut harus diusut tuntas,” tegasnya.
Para peserta aksi berharap Badan Gizi Nasional dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret untuk melakukan investigasi serta memastikan bahwa program MBG benar-benar dijalankan secara bersih, transparan, dan berpihak kepada masyarakat.

0 Comments