IKLAN KIERAHA NEWS

IKLAN KIERAHA NEWS

IKA ISMEI Dukung Kerja Sama Indonesia–China, Nilai Penting untuk Wujudkan Visi Prabowo

Jakarta — Ketua Bidang Energi dan Sumber Daya Alam Ikatan Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (IKA ISMEI), Fahmi Ismail, menyampaikan dukungannya terhadap penguatan kerja sama antara Indonesia dan China, khususnya dalam bidang teknologi dan energi. Ia menilai kolaborasi strategis antara kedua negara menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan nasional.

Dalam keterangannya pada Sabtu (28/3), Fahmi menegaskan bahwa sinergi Indonesia–China memiliki potensi besar dalam mendukung transformasi ekonomi Indonesia ke arah yang lebih maju dan mandiri. Menurutnya, China merupakan mitra yang memiliki keunggulan dalam penguasaan teknologi, investasi, serta pengembangan industri berbasis inovasi.

“Kerja sama Indonesia dan China, terutama di sektor teknologi dan energi, merupakan langkah strategis yang harus terus diperkuat. Ini bukan hanya soal investasi, tetapi juga transfer pengetahuan dan percepatan pembangunan,” ujar Fahmi.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi tersebut dalam mendukung visi dan misi Prabowo Subianto dalam membangun Indonesia yang berdaulat secara ekonomi dan mandiri dalam sektor energi. Fahmi menilai, target besar pemerintah tidak akan mudah tercapai tanpa dukungan kemitraan global yang kuat.

“Visi dan misi Presiden Prabowo dalam membangun Indonesia akan lebih cepat tercapai apabila mampu bersinergi dan menjalin kerja sama yang baik dengan China. Ini adalah peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal,” katanya.

Lebih lanjut, Fahmi menjelaskan bahwa kerja sama ini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui hilirisasi industri. Dengan dukungan teknologi dari China, Indonesia dinilai mampu memperkuat posisinya dalam rantai pasok global, khususnya di sektor energi baru terbarukan dan industri baterai.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kerja sama tersebut harus tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan mengedepankan kepentingan nasional. Pemerintah diharapkan dapat memastikan bahwa setiap bentuk investasi yang masuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam penciptaan lapangan kerja dan penguatan industri dalam negeri.

“Kolaborasi ini harus bersifat saling menguntungkan. Indonesia harus tetap memiliki posisi tawar yang kuat agar kerja sama ini benar-benar memberikan dampak positif jangka panjang,” tambahnya.

Fahmi optimistis, jika hubungan bilateral Indonesia–China terus terjaga dengan baik, maka berbagai target pembangunan nasional, termasuk kemandirian energi dan penguatan industri, dapat tercapai dalam waktu yang lebih cepat dan berkelanjutan.

Post a Comment

0 Comments