Ternate - Kierahanews - 22 April 2026 - Komisi V DPR RI yang dipimpin oleh Irine Yusiana Roba Putri melakukan kunjungan kerja ke lokasi Sabo Dam Rua di Kota Ternate, Maluku Utara. Kunjungan ini turut dihadiri oleh Gubernur Maluku Utara serta Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara dan Mitra Kerja Komisi V Lainnya sebagai bagian dari upaya pengawasan dan evaluasi infrastruktur pengendalian bencana di wilayah rawan bencana di Kota Ternate.
Irine Yusiana Roba Putri dalam menegaskan bahwa Komisi V DPR RI memberikan perhatian serius terhadap kesiapan infrastruktur mitigasi bencana di daerah padat penduduk, Irine Roba sapaan akrab menyampaikan bahwa keberadaan Sabo Dam harus didukung dengan pemeliharaan yang optimal serta peningkatan kapasitas agar mampu berfungsi maksimal dalam melindungi masyarakat.
“Sabo Dam ini memiliki peran vital dalam mengurangi risiko bencana, sehingga perlu dipastikan kondisinya tetap baik dan mampu menahan material dari hulu. Kami akan mendorong dukungan anggaran yang memadai untuk penguatan infrastruktur ini,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat melalui Komisi V DPR RI. Ia berharap kunjungan ini dapat mempercepat realisasi program-program strategis di bidang sumber daya air dan kebencanaan di Maluku Utara.
“Kami berharap adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan perlindungan masyarakat dari ancaman bencana, khususnya di wilayah rawan seperti Kota Ternate,” ungkapnya.
Kepala BWS Maluku Utara juga menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan pemeliharaan terhadap Sabo Dam Rua, Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas dan rehabilitasi struktur menjadi prioritas guna menghadapi potensi bencana yang semakin kompleks akibat perubahan iklim.
“Kami secara berkala melakukan inspeksi dan pembersihan sedimen agar kapasitas Sabo Dam tetap terjaga. ke depan, kami juga merencanakan penguatan struktur serta peningkatan kapasitas tampung guna mengantisipasi peningkatan volume material akibat curah hujan tinggi dan aktivitas vulkanik,” jelasnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret dalam rangka memperkuat sistem mitigasi bencana, sekaligus memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur sumber daya air di Maluku Utara.
Redakai : Oies

0 Comments