IKLAN KIERAHA NEWS

IKLAN KIERAHA NEWS

Dandi Ketua Bidang Badko HMI Jatim Mengecam Sikap Ketum PB HMI Yang Pasif Terhadap Kasus APH Tabrak Ojol

Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Timur menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) di bawah kepemimpinan Bagas Kurniawan yang dinilai bersikap penakut dan tidak menunjukkan gerakan nyata dalam merespons Kondisi negara yang tengah carut-marut, maraknya ketidakadilan ditambah dengan kasus Aparat Penegak Hukum (APH) yang menabrak pengemudi ojek online beberapa waktu lalu, seharusnya ini menjadi momentum bagi PB HMI untuk tampil terdepan. Namun, sikap pasif yang ditunjukkan justru menambah luka dan kekecewaan terhadap peran organisasi mahasiswa.

Dandi Satriyo Putra, Ketua Bidang Pendidikan dan Riset Badko HMI Jatim, menegaskan bahwa sikap diam PB HMI dalam kasus ini mencederai marwah organisasi yang seharusnya berpihak pada rakyat kecil dan menjadi garda terdepan dalam membela keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam tujuan HMI.

"Kami mengecam keras sikap penakut PB HMI yang hanya diam tanpa ada tindakan konkret. HMI lahir untuk melawan ketidakadilan, bukan untuk tunduk pada kekuasaan. Kasus APH menabrak ojol ini adalah bentuk nyata kesewenang-wenangan, dan PB HMI seharusnya berdiri paling depan dalam membela rakyat,” ujar Dandi.

Badko HMI Jatim menilai, ketidakpekaan PB HMI menunjukkan kemunduran moral dan kepemimpinan di tubuh organisasi. Seharusnya, PB HMI mengeluarkan sikap resmi, melakukan advokasi hukum, hingga menggerakkan cabang-cabang HMI seluruh Indonesia untuk menekan agar kasus ini diusut tuntas.

"Diamnya PB HMI sama saja dengan bersekongkol membiarkan ketidakadilan. Ini bukan lagi soal organisasi, tapi soal keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan. HMI tidak boleh jinak di hadapan kekuasaan,” tambah Dandi Satriyo Putra.

Dandi memberikan kritik tajam kepada PB HMI yang dianggap telah kehilangan roh perjuangan dan sekadar menjadi pelengkap kekuasaan.

"PB HMI hari ini bukan lagi motor penggerak mahasiswa, tapi justru menjadi simbol kelemahan. Diamnya mereka adalah bukti nyata bahwa idealisme sudah digadaikan, keberanian sudah ditukar dengan kenyamanan, dan marwah organisasi dikorbankan demi kepentingan segelintir orang,” tegas Dandi dengan lantang.

Menurutnya, sikap ini tidak hanya memalukan, tetapi juga menjerumuskan HMI ke dalam jurang krisis identitas. HMI yang dulu dikenal kritis, kini justru tampil sebagai organisasi yang pasif dan kompromistis.

Post a Comment

0 Comments