Halmahera Selatan – Tim asesmen Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) melakukan kunjungan ke sejumlah desa di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Kunjungan ini bertujuan untuk menilai kesiapan desa-desa yang diusulkan sebagai lokasi pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi tersebut.
Program TEKAD merupakan kerja sama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Program ini menyasar desa-desa di kawasan timur Indonesia, termasuk Maluku Utara, dengan fokus pada penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia desa.
Kunjungan tim asesmen di Halsel menindaklanjuti usulan Pemkab Halmahera Selatan yang sebelumnya merekomendasikan sedikitnya 60 desa masuk dalam calon lokasi Program TEKAD. Dari kunjungan ini, tim menilai potensi lokal, infrastruktur, hingga kesiapan perangkat desa dalam mengelola program.
Salah seorang anggota tim asesmen menjelaskan, kunjungan ini penting untuk memastikan agar program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat desa.
“Kami ingin mendengar langsung dari masyarakat dan pemerintah desa mengenai potensi serta tantangan yang mereka hadapi. Hal ini akan menjadi dasar dalam menentukan desa mana yang layak masuk dalam Program TEKAD,” ujarnya.
Sementara itu, pemerintah daerah menyambut positif kunjungan tersebut. Mereka berharap dengan adanya program ini, desa-desa di Halsel dapat lebih mandiri secara ekonomi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Program TEKAD sendiri telah berjalan di sejumlah daerah lain di Maluku Utara dan menunjukkan hasil positif, terutama dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga desa serta mendorong tumbuhnya usaha mikro dan BUMDes.
Dengan adanya asesmen ini, masyarakat Halsel berharap program tersebut segera terealisasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
0 Comments